Oleh: suhartoumm | Agustus 14, 2009

PENGERTIAN VARIABEL

PENGERTIAN VARIABEL, VARIABEL, DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL, dan DEFINISI OPERASIOANAL PENELITIAN.
(Oleh: Suharto)

      Fenomena yang dihadapi mahasiswa sebelum melaksanakan penelitian biasanya berkenaan dengan pertanyaan tentang pengertian variabel. Karena tanpa jawaban yang pasti tentang pengertian variabel, penelitian yang dilakukan mahasiswa akan mengalami kesulitan dalam memperoleh informasi yang akan digunakan untuk mengambil kesimpulan. Pengertian variabel perlu dipahami lebih dulu sebelum kita melakukan langkah-langkah sistematis dalam melakukan penelitian.

        Variabel penelitian adalah objek yang berbentuk apa saja yang ditentukan oleh peneliti untuk dicari informasinya dengan tujuan untuk ditarik suatu kesimpulan. Akan tetapi secara teori, definisi variabel penelitian adalah merupakan suatu obyek, atau sifat, atau atribut atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai bermacam-macam variasi antara satu dengan lainnya yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya.

          Misalnya saja mahasiswa. Kalau kita berbicara tentang mahasiswa saja, hal ini belum bisa dikatakan variabel. Karena mahasiswa saja hanya merupakan sebuah konsep. Akan tetapi kalau kita sudah berbicara tentang Mahasiswa Fakultas Ekonomi, Mahasiswa Fakultas Teknik, Mahasiswa Fakultas Hukum, artinya kita sudah membicarakan variabel. Karena mahasiswa Fakultas Ekonomi, Teknik dan Hukum merupakan konsep yang memiliki bermacam-macam variasi.

     Atau jika kita membicarakan tentang badan. Hal ini belum bisa dikatakan variabel. Karena badan saja hanya merupakan sebuah konsep. Akan tetapi sebaliknya, kalau kita sudah berbicara tentang tinggi badan mahasiswa, jenis kelamin mahasiswa, atau berat badan mahasiswa, atau aktivitas mahasiswa, berarti kita sudah berbicara tentang variabel. Karena tinggi badan, jenis kelamin, berat badan dan motivasi mahasiswa memiliki bermacam-macam variasi.

         Untuk kepentingan penelitian, konsep bisa diubah menjadi variabel. Hal itu kita lakukan dengan cara memusatkan perhatian terhadap karakteristi-karakteristik dari variabel itu sendiri. Misalnya saja konsep tentang konsumsi, bisa diubah menjadi variabel makanan ringan, makanan berlemak, makanan berserat, dan lain-lain.

       Akan tetapi konsep-konsep sosial yang sudah diterjemahkan menjadi satuan yang sudah kita anggap lebih operasional itu, variabel dan konstruk (construct), biasanya belum sepenuhnya siap untuk diukur. Karena variabel dan konstruk sosial memiliki alternatif dimensi yang bisa diukur dengan cara berlainan. Definisi operasional adalah aspek penelitian yang memberikan informasi kepada kita tentang bagaimana caranya mengukur variabel.

       Definisi operasional adalah semacam petunjuk kepada kita tentang bagaimana caranya mengukur suatu variabel. Definisi operasional merupakan informasi ilmiah yang sangat membantu peneliti lain yang ingin melakukan penelitian dengan menggunakan variabel yang sama. Karena berdasarkan informasi itu, ia akan mengetahui bagaimana caranya melakukan pengukuran terhadap variabel yang dibangun berdasarkan konsep yang sama. Dengan demikian ia dapat menentukan apakah tetap menggunakan prosedur pengukuran yang sama atau diperlukan pengukuran yang baru.

KONSEP dan JENIS VARIABEL (VARIABEL INDEPENDEN, VARIABEL DEPENDEN, VARIABEL MODERATOR, VARIABEL INTERVENING dan VARIABEL KONTROL).

          Variabel adalah konsep yang mempunyai bermacam-macam nilai (Moh. Nazir). Dengan demikian, variabel adalah merupakan objek yang berbentuk apa saja yang ditentukan oleh peneliti dengan tujuan untuk memperoleh informasi agar bisa ditarik suatu kesimpulan. Secara teori, definisi variabel penelitian adalah merupakan suatu objek, atau sifat, atau atribut atau nilai dari orang, atau kegiatan yang mempunyai bermacam-macam variasi antara satu dengan lainnya yang ditetapkan oleh peneliti dengan tujuan untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan.

        Setelah kita membicarakan beberapa pengertian dasar tentang variabel, berikut ini kita akan membicarakan beberapa macam variabel ditinjau dari aspek hubungan antar variabel yang digunakan untuk penelitian. Partama adalah variabel dependen (terikat). Variabel ini merupakan variabel terikat yang besarannya tergantung dari besaran variabel independen (bebas). Besarnya perubahan yang disebabkan oleh variabel independen ini, akan memberi peluang terhadap perubahan variabel dependen (terikat) sebesar koefisien (besaran) perubahan dalam variabel independen. 

         Artinya, setiap terjadi perubahan sekian kali satuan variabel independen, diharapkan akan menyebakan variabel dependen berubah sekian satuan juga. Sebaliknya jika terjadi perubahan (penurunan) variabel indepnden (bebas) sekian satuan, diharapkan akan menyebabkan perubahan (penurunan) variabel dependen sebesar sekian satuan juga. Hubungan antar variabel, yakni variabel independen dan dependen, biasanya ditulis dapal bentuk persamaan, Y = a + bX. Misalnya bentuk eprsamaan linear Y = 3 + 2X. Y adalah pengguaan Pupuk dalam satua Kwintal, dan Y adalah hasil produksi padi dalam satuan Ton. Bila terjadi perubahan X sebesar 1 ((satu) satuan (kwintal), diharapkan akan terjadi perubahan Y sebesar 2 (dua) satuan Ton.

Variabel Moderator

Analisis hubungan yang menggunakan minimal dua variabel, yakni satu variabel dependen dan satu atau beberapa variabel independen, adakalanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model staistik yang kita gunakan. Dalam analisis statistik ada yang dikenal dengan variabel moderator. Variabel moderator ini adalah variabel yang selain bisa memperkuat hubungan antar variabel, dilain pihak juga bisa memperlemah hubungan antara satu atau beberap avariabel independen (bebas) dan variabel dependen (tak bebas).

       Misalnya pelatihan yang diikuti karyawan sebuah perusahaan dengan tujuan untuk meningkatkan ketrampilan menyelesaikan tugas-tugas administrasi. Seluruh karyawan yang mengikuti pelatihan tersebut memiliki jenjang pendidikan yang sama. Tetapi setelah selesai mengikuti pelatihan dan dilakukan uji ketrampilan, ternyata kemampuan karyawan yang berasal dari sekolah kejuruan, memiliki ketrampilan yang lebih baik dibandingkan dengan karyawan yang berasal dari Sekolah Unum. Perbedaan ketrampilan karyawan yang berasal dari sekolah Kejuruan, dibendingkan dengan Ketrampilan Kerja disebabkan oleh adanya perbedaan kemampuan menyerap materi yang disampaikan ketika melaksanakan pelatihan.

          Kondisi ini bisa saja terjadi karena ada variabel moderator yang bisa menyebabkan karyawan yang berasal dari Sekolah Umum memiliki motivasi yang lebih rendah untuk mengikuti pelatihan jika dibandingkan dengan Karyawan yang berasal dari sekolah Kejuruan. Dalam contoh di atas pelatihan adalah variabel independen, prestasi kerja adalah variabel dependen, dan motivasi untuk mengikuti pelatihan adalah variabel moderator. Atau dengan kata lain, variabel moderator memiliki kontribusi yang signifikan terhadap kemampuan variabel independen dalam mempengaruhi variabel dependen.

Variabel Intervening.

              Dalam setiap penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa, biasanya menemukan variabel yang bisa memperkuat atau memperlemah hubungan antar variabel (variabel moderator) yang sedang diukur. Secara teori setiap variabel memang ada dan memiliki satuan ukur. Akan tetapi variabel ada sebagian variabel yang nilainya secara satuan relatif tidak dapat diukur secara pasti, misalnya, kecewa, gembira, sakit hati, stress, frustasi dan sebagainya. Variabel seperti itu dinamakan variabel variabel intervening.

              Contoh: meningkatnya hasil produksi padi dalam suatu lahan sawah yang diukur dengan satuan penggunaan biaya pupuk tinggi, biaya pembelian bibit padi tinggi, dan pengairan yang baik, tetap tidak mengalami peningkatan hasil produksi padi secara signifikan. Kemudian setelah diteliti secara seksama, ternyata sebagian besar lahan sawah sedang terserang hama.

Variabel Kontrol

           Variabel yang sering digunakan dalam penelitian mahasiswa, selain variabel moderator dan variabel intervening adalah variabel kontrol. Variabel ini (kontrol), kualitas dan kuantitasnya bisa dikendalikan oleh peneliti sesuai dengan waktu dan tempat yang dikehendaki. Misalnya saja produktivitas lahan sawah sebagai variabel tak bebas yang diukur dengan satuan penggunaan bibit sebagai variabel bebas. Peneliti menggunakan variabel kontrol dalam bentuk penggunaan pupuk, tentunya dalam kualitas dan kuantitas yang sama, akan tetapi penggunaan bibit sebagai Variabel bebas, kualitas dan kuantitas berbeda. Kualitas dan kuantitas bibit padi sebagai variabel bebas diukur dalam satuan kg, sedangkan produktivitas lahan sawah merupakan variabel tak bebas yang diukur dalam satuan ton.

Sumber bacaan:

  1. Babbie, Earl R., The Pravtice of Social Research, 4th Edition, Belmont, CA, Wadsworth, 1986.
  2. Kerlinger, F.N., Foundation of Behavioral Research, 2nd Ed., New York, MacMillan, 1971.
  3. Moh. Nazir, Ph.d. Metode Penelitian, Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta, 2005).
  4. Suharto, Bahan Kuliah Statistika, Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Metro, 2007
About these ads

Responses

  1. Aq msh bingung sama V.modrt n V.Intrvn, td kok cntohny v.intrv hama padal hama bisa dihitung bgt jg dg stres. tingkat stres seorang bisa di hitung dg kuisoner seperti yg dlakukan para psikolog menjdkan stres sbg variabel bebas. Hama jg bisa dhtung Trus apa sbnarny yg dmksud dg variab intervening?

    • Penelitian yang dilakukan terhadap dua orang pedagang beras yang menggunakan modal sama, tempat usaha sama, (dalam satuan numerik), akan tetapi setelah satu tahun, pedagang yang satu lebih berhasil dari lainnya. Dalam hal ini, ada variabel intervening (bukan numerik) yang bisa memperkuat atau memperlemah variabel keberhasilan usaha. Misalnya saja pedagang sang satu lebih rajin berdoa. Contoh berdoa adalah variabel intervening (bukan numerik) yang sukar diukur. Stress adalah satuan bukan numerik. Ia tidak bisa digunakan untuk (misalnya) memprediksi hasil produksi padi (dalam satuan Ton) yang diukur dengan menggunakan pupuk (dalam satuan kg).

  2. pa, aku mo minta tolong nih …
    klo bisa, aku mo minta pengertian dari
    a. operasionalisasi variabel
    b. instrument penelitian
    terus mo minta contoh proposal singkat dengan aspek – aspek :
    a. judul
    b. latar belakang masalah
    c. rumusan masalah
    d. tujuan penelitian
    e. kegunaan penelitian
    f. operasionalisasi variabel penelitian
    g. instrument penelitian yang digunakan
    h. teknik analisis data yang digunakan

    tolong yaaa …..

  3. Pak, saya ingin bertanya apakah bisa variabel kontrol ikut menjadi variabel bebas? jadi maksud saya, variabel kontrol jg ikut mempengaruhi variabel terikatnya.

    Terima kasih sebelumnya…

    • Dengan asumsi yang cukup, variabel kontrol bisa saja diperlakukan sebagai variabel bebas…

  4. PAK APA MAKna dari variabel kontrol jika ia signifikan dan tidak signifikan??
    dan mana yang seharusnya dipenuhi oleh variabel kontrol siginifikan atau tidak signifikan.. thanks..

    • Variabel kontrol adalah salah satu jenis variabel yang bisa dikendalikan oleh peneliti. Bila kita ingin mengetahui pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel tak bebas (Y), penggunaan variabel kontrol yang tidak signifikan berarti perubahan yang terjadi pada variabel tak bebas (Y), semata-mata disebabkan oleh variabel bebas (X). Sedangkan bila penggunaan variabel kontrol signifikan, berarti perubahan yang terjadi pada variabel tak bebas (Y), disebabkan oleh perubahan yang terjadi pada variabel bebas (X) dan variabel lain (variabel kontrol).

  5. pak,,mau tanya nii,,teori dasar yang menyatakan variabel moderating itu siapa??mengapa harus ada moderating??mengapa harus ada hubungan antara dan mengapa nggak dimasukkan ke variabel independent aja?menurut teori siapa itu pak?tolong pak jawaban nya..

    thanks…

    • untuk kepentingan skripsi ????

  6. Pak,mohon bantuannya..
    Mengapa variabel kontrol dalam uji regresi linear berganda dgn SPSS diperlakukan seperti variabel independen??

    trimakasih Pak.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 258 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: